Al Fajr ayat 27 – 30
PENGHARGAAN ALLAH TERHADAP MANUSIA YANG SEMPURNA IMANNYA
27. Hai jiwa yang tenang
28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
29. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,
30. masuklah ke dalam surga-Ku.
Add comment September 11, 2008
Nurmala
Tags: Add new tag, Ayat
Tenang Seperti Rasulullah
1. Menahan Amarah
Ketika Rasulullah SAW ditanya apa yang harus dilakukan saat menghadapi masalah, beliau menjawab 3 kali, “Jangan marah,jangan marah,jangan marah”. Menahan amarah sudah menjadi kebiasaan Rasulullah. Ketika orang-orang kafir menyusahkannya dan membangkitkan emosinya, beliau berkata, “Sesungguhnya saya tidak marah karena saya sedang berpuasa.”
Amarah adalah sumber bencana akibat kita tidak berpikir sehat. Masalah akan semakin besar bila kita marah. Allah SWT bahkan mengkategorikan kemampuan menahan amarah sebagai kebajikan yang akan berbuah surga. Firman-Nya :
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran 3 : 133-134)
2. Diam
Ketika sebuah kabar buruk dari orang kafir untuk umat muslim tersiar, atau ketika anggota keluarga Rasulullah sedang bertengkar, Rasulullah tidak panik atau marah. Beliau selalu diam beberapa saat, untuk berfikir, menyusun strategi, atau sekedar menunggu situasi menjadi tenang kembali.
Kalau ada masalah yang membuat beliau marah, Rasulullah memilih diam daripada mengucapkan sumpahan atau makian, karena prinsip beliau, “Katakanlah yang baik-baik saja, atau diam.
3. Berwudhu
Ketika amarah sedang memuncak di dada dan sampai di kepala, Rasulullah SAW tidak meledak-ledak. Beliau pergi dan mengambil air wudhu. Ia membasuh muka, kepala, dan bagian-bagian tubuhnya dengan air, lalu berdoa seraya menengadahkan dua telapak tangan. Sentuhan air sejuk dan doa yang khusuk bagaikan oase yang mendinginkan kegersangan hati beliau.
4. Membaca Al Qur’an
Membaca Al Qur’an adalah hobi Rasulullah yang dilakukan setiap saat. Karena Al Qur’an dan beriman. Firman-Nya : “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al Qur’an yang serupa (kualitas ayat-ayatnya) lagi berulang-berulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjukki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun member petunjuk baginya.” (QS. Az Zumar 39:23)
5. Berdoa kepada Allah
Allah adalah sumber kekuatan atas segala hal. Bila masalah berat menimpa, hanya Dia yang bisa memecahkannya, sementara manusia hanya bisa berusaha. Rasulullah tidak pernah berhenti berdoa kepada Allah sepanjang hidupnya. Dalam shalat, dalam bisikan hati dan ucaan lisan, selalu berisi doa, sehingga yang tampak adalah pribadi seorang Rasul yang tenang.
Firman-Nya, “Dialah Allah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Fath 48:4)
6. Latihan Fisik
Rasulullah adalah orang yang gemar olahraga dan latihan fisik. Berkuda,panahan, berlatih pedang, merupakan kesenangan beliau. Karena, ternyata latihan fisik tidak hanya meningkatkan daya tahan tubuh dan kekuatan untuk berperang, namun juga meningkatkan kemampuan kendali diri.
Ketika kita bekerja atau berlatih fisik, darah mengalir lancar dan adrenalin meningkat. Hal ini membuat tubuh terasa lebih fit, sehingga emosipun akan terkendalikan. Jadi kalau kita ditimpa masalah, berolahragalah seperti Rasulullah. Berjalan, lari, atau bekerja, niscaya pikiran yang kusut menjadi tenang.
Pembaca, inilah hidup. Hidup terasa indah justru karena ada masalah. Kalau hidup datar-datar saja, kita takkan belajar untuk lebih bijaksana. Juga, kita takkan punya banyak cerita, bukankah saat termanis dalam hidup adalah ketika bisa bercerita tentang keberhasilan menaklukkan sebuah tantangan?
Dikutip dari Majalah Hidayah Edisi 82 Bulan Juni 2008
Add comment September 10, 2008
Nurmala
Tags: rasulullah, tenang
Al Furqaan ayat 63-77
SIFAT-SIFAT HAMBA ALLAH YANG MENDAPAT KEMULIAAN
63. Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.
64. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka[1072].
65. Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.”
66. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
67. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
68. Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),
69. (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,
70. kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
71. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.
72. Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.
73. Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat- ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta.
74. Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
75. Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,
76. mereka kekal di dalamnya. Syurga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.
77. Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): “Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu).”
Add comment September 6, 2008
Nurmala
Tags: Al Quran, Ayat

