Posts filed under 'Akhlak'
Tenang Seperti Rasulullah
1. Menahan Amarah
Ketika Rasulullah SAW ditanya apa yang harus dilakukan saat menghadapi masalah, beliau menjawab 3 kali, “Jangan marah,jangan marah,jangan marah”. Menahan amarah sudah menjadi kebiasaan Rasulullah. Ketika orang-orang kafir menyusahkannya dan membangkitkan emosinya, beliau berkata, “Sesungguhnya saya tidak marah karena saya sedang berpuasa.”
Amarah adalah sumber bencana akibat kita tidak berpikir sehat. Masalah akan semakin besar bila kita marah. Allah SWT bahkan mengkategorikan kemampuan menahan amarah sebagai kebajikan yang akan berbuah surga. Firman-Nya :
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran 3 : 133-134)
2. Diam
Ketika sebuah kabar buruk dari orang kafir untuk umat muslim tersiar, atau ketika anggota keluarga Rasulullah sedang bertengkar, Rasulullah tidak panik atau marah. Beliau selalu diam beberapa saat, untuk berfikir, menyusun strategi, atau sekedar menunggu situasi menjadi tenang kembali.
Kalau ada masalah yang membuat beliau marah, Rasulullah memilih diam daripada mengucapkan sumpahan atau makian, karena prinsip beliau, “Katakanlah yang baik-baik saja, atau diam.
3. Berwudhu
Ketika amarah sedang memuncak di dada dan sampai di kepala, Rasulullah SAW tidak meledak-ledak. Beliau pergi dan mengambil air wudhu. Ia membasuh muka, kepala, dan bagian-bagian tubuhnya dengan air, lalu berdoa seraya menengadahkan dua telapak tangan. Sentuhan air sejuk dan doa yang khusuk bagaikan oase yang mendinginkan kegersangan hati beliau.
4. Membaca Al Qur’an
Membaca Al Qur’an adalah hobi Rasulullah yang dilakukan setiap saat. Karena Al Qur’an dan beriman. Firman-Nya : “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al Qur’an yang serupa (kualitas ayat-ayatnya) lagi berulang-berulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjukki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun member petunjuk baginya.” (QS. Az Zumar 39:23)
5. Berdoa kepada Allah
Allah adalah sumber kekuatan atas segala hal. Bila masalah berat menimpa, hanya Dia yang bisa memecahkannya, sementara manusia hanya bisa berusaha. Rasulullah tidak pernah berhenti berdoa kepada Allah sepanjang hidupnya. Dalam shalat, dalam bisikan hati dan ucaan lisan, selalu berisi doa, sehingga yang tampak adalah pribadi seorang Rasul yang tenang.
Firman-Nya, “Dialah Allah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Fath 48:4)
6. Latihan Fisik
Rasulullah adalah orang yang gemar olahraga dan latihan fisik. Berkuda,panahan, berlatih pedang, merupakan kesenangan beliau. Karena, ternyata latihan fisik tidak hanya meningkatkan daya tahan tubuh dan kekuatan untuk berperang, namun juga meningkatkan kemampuan kendali diri.
Ketika kita bekerja atau berlatih fisik, darah mengalir lancar dan adrenalin meningkat. Hal ini membuat tubuh terasa lebih fit, sehingga emosipun akan terkendalikan. Jadi kalau kita ditimpa masalah, berolahragalah seperti Rasulullah. Berjalan, lari, atau bekerja, niscaya pikiran yang kusut menjadi tenang.
Pembaca, inilah hidup. Hidup terasa indah justru karena ada masalah. Kalau hidup datar-datar saja, kita takkan belajar untuk lebih bijaksana. Juga, kita takkan punya banyak cerita, bukankah saat termanis dalam hidup adalah ketika bisa bercerita tentang keberhasilan menaklukkan sebuah tantangan?
Dikutip dari Majalah Hidayah Edisi 82 Bulan Juni 2008
Add comment September 10, 2008